Tentang ATPH

Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) adalah salah satu paket keahlian di SMK Negeri Karangjaya yang semakin menunjukkan jati dirinya sebagai Jurusan Pertanian dan sekaligus menjadi tolak ukur atau barometer SMK Negeri Karangjaya sebagaimana dikenal sejak awal berdirinya sebagai SMK Pertanian pada tahun 2012. 

Proses pembelajaran diciptakan dalam kondisi  yang merangsang terjadinya komunikasi dan interaksi yang indah, hubungan harmonis antara pendidik dan peserta didik, suasana kondusif dalam melakukan inovasi, kreasi dan produksi sehingga penguasaan kompetensi yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Selain itu didukung pula oleh suasana alam yang sejuk hingga hangat, lahan atau tempat  praktik yang memadai serta fasilitas penunjang yang cukup mampu melahirkan putra-putri yang kreatif, inovatif, dan produktif serta kompetitif.

Pembinaan peserta didik dengan berbagai pendekatan program, kerohanian dan kekeluargaan (hubungan orang tua-anak) yang dibingkai dalam program ekstrakurikuler serta guru asuh terbukti mampu mencetak Sumber Daya Manusia yang RAMAH; Responsible, Accurate, Modern, Amazing dan Holistic.  Peran dan fungsi alumni ATPH siap menempuh perjuangan lanjutan terutama bekerja dan wirausaha dengan mental RAMAH di berbagai penjuru nusantara.

  1. Terciptanya pelayanan prima pada program keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dan memuaskan semua civitas akademik.
  2. Menghasilkan tamatan yang sesuai dengan kebutuhan DU/DI Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  3. Menghasilkan tamatan yang kompeten di bidang akademis maupun non akademis serta memiliki pengetahuan luas dan keterampilan handal.
  4. Dengan ditunjang dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap dapat meningkatkan kompetensi di bidang Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  5. Menghasilkan tamatan yang mampu berwirausaha mandiri dan dapat bersaing.
  6. Menghasilkan lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
  1. Siswa mampu memproduksi bibit tanaman.
  2. Siswa mampu menyiapkan lahan budidaya tanaman.
  3. Siswa mampu menanam tanaman.
  4. Siswa mampu merawat dan memelihara tanaman.
  5. Siswa mampu memanen dan menangani hasil panen/hasil pertanian.
  6. Siswa mampu memasarkan hasil panen.
  7. Siswa mampu mengelola usaha budidaya tanaman.
  8. Siswa mampu menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
  9. Siswa mampu menggunakan alat dan mesin pertanian.
  10. Siswa mampu menerapkan standar-standar tersebut di berbagai komoditi pertanian seperti; tanaman pangan, tanaman sayuran, tanaman buah-buahan, dan tanaman hias, 
  1. Kebun Nursery
  2. Laboratorium benih dan pembibitan
  3. Kebun Praktek Pangan dan Hortikultura
  4. Laboratorium bioteknologi pertanian
  5. Ruang Praktek Siswa (RPS)
  6. Green House & Hidroponik
  7. Pusat Inkubator Agribisnis
  1. Wirausaha di bidang tanaman pangan hortikultura
  2. Tenaga kerja perusahaan budidaya tanaman pangan dan hortikultura
  3. Instansi pemerintah sebagai penyuluh pertania, balai penelitian dan pengkajian di bidang tanaman pangan dan hortikultura
  4. Tenaga kerja perusahaan sarana produksi pertanian seperti; pembenihan, alat mesin pertanian, pupuk dan pestisida
  1. In and Out Class, Pembelajaran dengan penyampaian dei dalam kelas dan praktik di kebun.
  2. Unit Usaha, Pembelajaran dengan kegiatan kewirausahaan siswa di bidang budidaya tanaman pada unit usaha sekolah untuk menumbuhkan minat, bakat dan jiwa wirausaha agribisnis.
  3. Praktek Mandiri Kewirausahaan Agribisnis, Budidaya dilaksanakan di sekitar tempat tinggal siswa.
  4. Praktik Kerja Lapangan, Pembelajaran dengan pelatihan keahlian di beberapa DU/DI mitra, institusi pemerintah dan  BUMN untuk memantapkan keterampilan dan pengalaman untuk dapat diterima oleh perusahaan.
  5.  SIAJAR LMS, pembelajaran e-learning yang dapat diakses 24 jam melalui jaringan internet. Digunakan oleh siswa reguler dan siswa pendidikan jarak jauh (PJJ). Siswa dapat mempelajari teori, mengerjakan tugas dan evaluasi melalui aplikasi ini.
  1. Industri Sarana Pertanian
  2. Petani Pangan dan Hortikultura
  3. Perusahaan Benih
  4. Instansi Pemerintah
  5. Gapoktan
  1. Ketua Program, Ii Irawan, S.P
  2. Sekretaris dan Sarana, Wawan Ridwan, S.ST
  3. Unit Usaha dan Kerjasama, Asep Syahril Marzuki, S.P

Visi ATPH

Menjadi kompetensi keahlian yang dinamis berbasis kesadaran, nilai-nilai akhlaq mulia, kreatif, inovatif, berjiwa wirausaha, produktif, dalam bidang Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura yang mampu bersaing di era globalisasi.

21

Komp. dasar
pembelajaran

570

siswa reguler
& SMK pjj

B

Akreditasi
tahun 2015

17

du/di
kemitraan

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.

Hidroponik SMKN Karangjaya